Ayat Alkitab: Matius 27:45-54

Hari ini kita akan melihat dari Matius 27:45-54. Di dalam bacaan kita, kita melihat perkataan Tuhan Yesus yang ke 4 diatas kayu salib “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Ini adalah perkataan Tuhan Yesus yang klimaks di atas kayu salib. Bahkan sejak jam 12 mulai ada kegelapan di tengah siang hari bolong sampai sekitar 3 jam, samapi sekita puku 3 Tuhan Yesus berteriak” Allahku, Allahku mengapa Engkau meninggalkan Aku?”. Tapi bagaimana mungkin? Bukankah Kristus itu adalah terang dunia?pada Yoh 8:12 misalnya. Kenapa Kristus hadir disitu, diatas kayu salib, kegelapan sampai 3 jam? Yoh1:5 mengatakan terang itu menyinari  dan bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. Kita masih ingat ketika Saulus yang menjadi Paulus bertemu dengan Tuhan Yesus di depan pintu Damsyik dan dia berkata” Saya melihat terang itu, lebih terang dari cahaya matahari.” Kita tahu matahari diciptakan pada hari yang ke 4, tapi sebelum itu Allah berfirman “ Jadilah terang! Maka terang itu jadi. Ketika Pak Tong menjelaskan bagian ini, Pak Tong menjelaskan ketika mengatakan hal ini, oknum kedua Allah Tritunggal itu keluar, yaitu Yesus Kristus dan menjadikan segala sesuatu itu terang. Tuhan Yesus yang selalu diidentikan dengan terang dunia. Kalau kita bicara mengenai mujizat, ada satu mujizat yang tidak pernah dilakukan oleh nabi di perjanjian lama siapapun, yaitu mata orang buta dimelekan bisa melihat.Yesus pernah bangkitkan orang mati. Elia, Elisa pernah bangkitkan orang mati. Yesus pernah menyembuhkan orang kusta dan Elisa pernah menyembuhkan orang kusta.Tapi mata yang buta kemudian melihat tidak pernah dilakukan oleh nabi di perjanjian lama. Saat itu Tuhan Yesus, oknum kedua dari Allah Tritunggal dipercaya yang bisa membuat dari yang buta menjadi terang. Paul Wells waktu membahas bagian ini, dia mengatakan bagian ini adalah bagian yang paling paling misterius di dalam Alkitab. Kegelapan di siang bolong. Charles Spurgeon mengatakan “ midnight ditengah-tengah mid-day”, satu kegelapan di tengah-tengah siang bolong. Dan kenapa sampai 3 jam lalu Yesus berteriak’ Allahku, Allahku mengapa Engaku meninggalkan Aku?” Disitu Yesus sedang mengalami hukuman neraka, Dia mengalami hukuman kekal. Ada 3 hal yang bisa kita pelajari dalam bacaan kita hari ini. Yang pertama, kita melihat betapa mengerikannya dosa. Kalau kita melihat natur daripada dosa. Natur dari dosa itu selalu mau memisahkan. Kita melihat ketika Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, Allah mengatakan, ketika engkau memakan buah pohon ini, engkau akan mati. Mati itu artinya apa? Mati itu artinya terpisah. Mati itu bukan hanya mati jasmani, tetapi roh ini terpisah dari pada tubuh, tapi juga mati spiritual, bahwa manusia itu terpisah dari pada Allah. Ketika Adam dan Hawa berdosa, mereka bersembunyi, kemudian Allah mencari mereka.Allah bertanya “ Adam, Adam, dimanakah engkau?” kok aneh ya?Bukankah Allah kita Allah yang maha tahu? Kenapa saat itu Dia seolah-olah tidak tahu dimana Adam itu berada? Pada saat itu Adam dan Hawa, sudah berada jutaan mil jauh dari pada Tuhan secara spiritual. Mati secara spiritual dapat kita lihat di dalam perumpamaan anak yang hilang dapat kita lihat dalam Lukas 15:24. Ketika anak ini kembali, sang ayah mengatakan satu kalimat” Anaku yang telah mati..” kok bisa? Padahal masih hidup dan dia telah hidup kembali. Anakku telah mati, bukan mati fisik, bukan mati jasmani, tapi sudah mati secara spiritual dan ini membuat anak itu kembali kepada dia.Ini membuktikan Tuhan bisa membangkitkan orang yang sudah mati secara spiritual. Segala dosa itu memisahkan manusia dengan Allah, Kita lihat di Kej 4:14, Kain setelah membunuh Habel , dia mengatakan aku telah tersembunyi dari hadapan-Mu Tuhan. Mari kita melihat Yesaya 59:1-2. Disini kita melihat dosa itu, bahwa tangan Tuhan bukan kurang panjang, pendengaran Tuhan bukan tidak kurang tajam, tapi yang memisahkan kita dari Tuhan yaitu dosa dan kejahatan kita.Tapi dosa punya satu karakter, dia bukan hanya memisahkan tapi juga menjauhkan. Salah satu pengertian dosa itu sagak, sagak itu berarti to go astray.itu pergi menjauh. Dosa itu bukan setelah kita melakukan kita lalu bisa lenggang kaki meninggalkan terpisah darinya. Tidak, tapi kita makin terperosok makin dalam. Dosa itu seperti sashetan yang sudah terbuka ujungnya, tinggal disobek sedikit makin lama makin mudah. Dosa itu tidak berhenti di perbuatan dosa tapi akan menjadi suatu habit, suatu kebiasaan, lalu kemudian kita diperbudak oleh dosa. Disini kita melihat ketika murka Allah itu ditimpakan kepada Dia, ketika dosa itu ditimpakan kepada Dia, Dia mengalami hukuman neraka, disitu Dia berteriak. Allahku, Allahku mengapa Engkau meninggalkan Aku? Disini kita bukan hanya melihat natur dosa, tetapi akibat dosa, akibat dosa begitu mengerikan. Roma 6:23 mengatakan upah dosa adalah maut, apa artinya? Artinya Tuhan Yesus saat itu mengalami hukuman neraka. Disini kita melihat Tuhan Yesus memanggil Allah Bapa sebagai Allah. Biasanya Dia memanggil Bapa, tetpai disini Dia berseru “ Allah-Ku” Dia adalah Anak Allah, biasanya panggil Allah sebagai Bapa. Kita lihat perkataan Tuhan Yesus yang pertama dan ketujuh. Yang pertama” Ya Bapa ampunilah mereka”, dan yang ketujuh “ Ya Bapa kedalam tangan-Mu kuserahkan nyawa-Ku”, tapi ketika yang keempat ini Dia bukan panggil Bap tetapi panggil Allah, kenapa?Karena disitu kita melihat hal yang pertama. Kasih Allah itu absen. Kalau Bapa itu konotasinya kasih. Saat itu Dia tidak panggil Bapa-Ku tetapi Allah-Ku karena Dia tidak merasakan kasih pada saat itu. Kalau kita ditinggal oleh kekasih jiwa kita, seperti ketika saya ditinggal oleh papa saya, setahun saya menderita.. Yesus tidak memanggil” Bapaku, Bapaku mengap Engaku meninggalkan Aku? Tetapi “ Allahku, Allahku mengapa Engkau meninggalkan Aku?” karena Dia merasakan saat itu cinta kasih Bapa itu absen. Yang kedua, bukan hanya itu. Saat itu Dia melihat murka Allah, dipancarkan kepada Dia. Jangan berpikir Tuhan itu gak ada di neraka. Tuhan yang cipta neraka kok. Tuhan itu omnipresent, Dia itu ada dimana-mana. Tuhan pasti ada di neraka. Tapi Dia ada di neraka secara negative, bukan cinta kasih-Nya yang hadir tetapi murka-Nya yang menyala-nyala. Apa maksudnya api panas? Api yang dikatakn adalah api murka Allah. Jadi bayangkan orang yang paling kita kasihi itu ada disamping kita, mati sama-sama dengan ktia tapi dia bukan mengatakan kasih melainkan dia begitu benci, menyatakan murkanya yang menyala-nyala kepada kita.Disitu kita melihat begitu menderitanya kita.Kita melihat Tuhan Yesus ketika mereka memilih Barabas daripada Kristus,hati-Nya begitu sakit, Dia diam. Ketika dipasang mahkota duri, Dia diam, ketika dicambuk 40-1 Dia juga diam, ketika dipaku, Dia juga diam, tetapi ketika Dia mengalami murka Allah di kayu salib, Dia mengatakan Allahku, Allahku mengapa Engkau meninggalkan Aku? Salah satu komentator mengatkan, dari bayi Tuhan Yesus mengalami penderitaan karena manusia, ketika bayi Dia dianggap sebagai anak haram, dan Dia mendertia karena setan, tapi di atas kayu salib Dia menderita karena murka Allah ditimpakan kepada Dia, Dia mengalami eternal judgement. Kita tidak bisa mengerti neraka itu seperti apa, tetapi kita bisa mengerti ketika Tuhan Yesus ada di dalam Taman Getsemani. Dalam bacaan yang sebelumnya, kita bisa melihat Tuhan Yesus ketika di dalam Taman Getsemani. Ken Yuk mengatakan Dia itu omniscience , jadi Dia tahu Dia akan mengalami hukuman neraka itu seperti apa, lalu Dia mengatakan hati-Ku begitu sedih, seperti mau mati rasanya. Kalimat ini keluar dari Seorang yang begitu suci, Anak Allah yaitu Yesus Kristus. Lalu Lukas menceritakan. Dia begitu ketakutan sampai peluhnya jatuh seperti titik darah. Tuhan Yesus bukan takut mati. Kita melihat seluruh murid-Nya itu mati syahid kecuali Rasul Yohanes. Tuhan Yesus bukan takut menderita di kayu salib. Apa artinya peluh itu seperti bercampur dengan darah. William Hendrikson ketika membahas ini , dia mengatkan hal itu di dalam istilah kedokteran disebut hematridosis, ini ketakutan yang luar biasa sehingga peluh itu bisa bercampur dengan darah.dan itu very rare dan mengalam satu extreme anguish. Ketakutan seperti apa yang Yesus alami? Seorang Anak Allah. Yesus takut disitu mengalami hukuman neraka, hukuman kekal.. Yang kedua, kita belajar pengorbanan Tuhan Yesus. Dia mati syahid, ini bukan hal yang baru. Tapi Kristus itu suci, dan bukan hanya itu tapi Dia adalah Anak Allah, tapi Dia melihat. Hab 1:13. Mata Tuhan terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Dia tidak mungkin tinggal diam ketika melihat kelaliman. Tetapi di dalam konteks Tuhan Yesus, Anak Allah itu seakan-akan tunduk kepada musuh-musuh-Nya, seakan-akan Dia mengendorse perbuatan jahat musuh-msuh-Nya seperti khotbah minggu lalu yang sudah saya jelaskan panjang lebar. 2 Kor 5:21 mengatakan” Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita.” Gal 3:13 mengatakan diatas kayu salib itu Dia menjadi yang terkutuk. Bagi Martin Luther itu dosa Adam dan Hawa yang paling serius itu bukan makan buah pengetahuan baik dan jahat ditengah-tengah taman itu tapi mem-blame Tuhan. Ketika Tuhan tanya kenapa kau makan buah ini? Dan Adam menjawab perempuan yang Kau berikan kepada saya, lalu Hawa ditanya dan menjawab karena iblis yang Kau ijinkan menggoda saya. Luther mengatakan disini terjadi krisis kepercayaan kepada Allah yang besar. mem-blame Tuhan, Dia begitu suci tetapi menganggap Dia yang menyebabkan kejahatan, itu adalah dosa yang sangat serius. Tapi ketika Yesus diatas kayu salib itu sesuatu yang tidak mungkin humanly speaking. Disini kita melihat pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib. Kita melihat ketika di dalam transfigurasi Allah Bapa mengatkan” Inilah Anak-Ku yang Kukasihi kepada-Nyalah Aku berkenan tetapi diatas kayu salib, murka Allah itu dinyatakan di atas kayu salib. Pengorbanan Tuhan Yesus itu begitu luar biasa. Yoh 15:13 mengatakan tidak ada kasih yang lebih besar dari seorang yang mau mati bagi sahabat-sahabat-Nya, tetapi kita tahu Paulus mengatakan tidak ada orang yang mau mati bagi orang berdosa. Tetapi Rom 5:8  Paulus mengatakan, ketika Yesus mati bagi kita ,kita di dalam keadaan berdosa. Dan ketika Yesus mati di kayu salib Dia bukan sekedar mati secara fisik tetapi mengalami eternal judgement, hukuman kekal. Disini kita melihat kasih Tuhan yang begitu luar biasa. Rom 8:32. Disini mengatakan pengorbanan Tuhan Yesus yang menggantikan dosa-dosa kita itu berkat diatas segala berkat. Ketika kita mendapatkan berkat sebesar apapun, jangan lupa kita sudah menerima berkat segala berkat yaitu kita tidak lagi mengalami hukuman neraka karena Yesus sudah mati di kayu salib. Ketika kita mengalami segala kesulitan, segala penderitaan, ingat, jangan kita pernah meragukan kebaikan Allah karena Dia sudah melakukan sesuatu yang tidak pernah kita pikirkan. Kalau kita melihat pengorbanan Tuhan Yesus, kita melihat Dia begitu menderita tetapi Dia tetap setia. Dia tetap berteriak Allah-Ku, Dia tetap mengatakan Itu Allah-Ku sekalipun murka Allah yang Dia tanggung di atas kayu salib itu begitu luar biasa tapi Dia tetap trust kepada Allah. Kita tidak bisa mengerti disini karena kita melihat Allah Bapa dan Allah Anak sudah begitu intim sejak dalam kekealan. Oleh sebab itu dalam Yoh 11:42 dikatakan Bapa itu selalu mendengarkan Aku, artinya di Dia bicara dalam kekekalan. Tapi di dalam Matius 22:3 dimana Tuhan Yesus mengtip kalimat AllahKu-AllahKu, dimana Aku Berteriak, tetapi Engkau tidak menjawab. Allah Tritunggal itu tidak mungkin terpisah, tetapi diatas kayu salib Dia mengatakan Allah-Ku, AllahKu mengapa Engkau meninggalkan Aku? Tuhan Yesus paling butuh  Allah-Nya di kayu salib tapi kita lihat Allah malah meningalkan Dia. Tapi kita, Allah tidak pernah meninggalkan kita, jadi kita tidak mungkin bisa mengerti pergumulan Tuhan Yesus diatas kayu salib. Iman yang sejati diuji ketika kita ada di dalam penderitaan yang luar biasa. Kristus tetap setia di atas kayu salib . Yang ketiga kita melihat apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus sebagai dasar keselamatan kita. Arthur Pink mengatakan this is basis for our salvation. Segera setelah  Yesus berteriak Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku, Dia langsung menyerahkan nyawa-Nya karena misi Dia sudah selesai. Sebelum Tuhan Yesus menyerahkan nyawa, ada kalimat salib yang ke 6” Tetelestai”,” Sudah selesai” hutang dosa sudah lunas terbayar, paid in full”. Ketika Tuhan kita mati diatas kayu salib kelihatannya Dia kalah, tetapi Dia sudah menang dari maut. Yang kedua tabir bait Allah terbelah menjadi dua dan hanya imam besar yang bisa masuk kesitu satu tahun satu kali dan tidak mungkin orang yang sama. Disini kita melihat, tirai yang begitu berton-ton terbelah dua.artinya sudah tidak ada lagi imam, korban penghapus dosa sudah tidak ada lag. Yesus adalah Imam Besar itu dan Anak Domba yang satu kali menyerahkan diri untuk selama-lamanya. Yang ketiga, kepala pasukan di depan kubur mengatakan” Sungguh Dia ini adalah Anak Allah, artinya ada harapan bagi non Yahudi, dan bagi kita juga, bahkan harapan bagi mereka yang turut menyalibkan Tuhan Yesus, yang langsung menyalibkan Tuhan Yesus, mereka bahkan bersaksi bahwa yang mereka itu salah hukum dimana nyawa taruhannya ketika tidak percaya pada Agustus lagi. Inilah dasar dari iman kita. Kepala pasukan mengatakan: “Sesungguh-sungguhnya Dia ini adlaah Anak Allah!”

                                   (Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah – fw)