Ayat Alkitab: Mazmur1:1-6

Hari ini kita akan merenungkan Firman Tuhan mengenai orang benar dan orang fasik dari Mazmur1:1-6. Dalam hal ini pemazmur menawarkan dua jalan, yaitu jalan orang benar dan jalan orang fasik. Ini artinya either or bukan both and. Kitab suci jelas mengkontraskan jalan orang benar dan jalan orang fasik, Kita tidak mungkin memilih kedua-duanya, tidak ada rekonsiliasi dari dua hal ini. Yang satu ke Surga dan yang satu ke neraka. Orang fasik menuju kebinasaan tetapi orang benar menuju ke kehidupan. Kita harus pilih salah satu. Tetapi karena baik orang fasik ataupun orang benar akan sama-sama dihakimi oleh Tuhan, Oleh karena itu ada satu kualitas yang dituntut oleh Allah bagi hidup orang benar. Oleh karena itu saya ingin mengajak kita mereungkan dua ciri kualitas dari orang benar. Yang pertama,mereka tidak mengikuti jalan orang fasik tetapi suak merenungkan Firman Tuhan. Disini dikatakan orang benar yang berbahagia adalah tidak berjalan menurut orang fasik, tidak berdiri di jalan orang berdosa dan tidak duduk dengan kumpulan pencemooh tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan dan yang merenungkannya siang dan malam. Disini ada satu ciri orang benar yaitu dia akan terus maju konsisten di dalam belajar Firman Tuhan. Tetpai dikatakan tidak mungkin orang bisa belajar Firman tanpa memisahkan dirinya dari kumpulan orang fasik. Maka, jika ingin hidup benar, tidak ada cara lain yaitu kita harus hidup menjauhi kumpulan orang fasik sehingga kita tidak terpolusi oleh gaya hidup mereka. Sehingga Pemazmur memberikan nasihat untuk tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, tidak berdiri dalam kumpulan orang berdosa dan tidak duduk di dalam kumpulan pencemooh. Pemazmur memberikan ini dengan satu peringatan. Ini kiitab suci agung luar biasa. Lihat katanya dari berjalan, berdiri sampai akhirnya duduk. Martin Luther berkata mengenai hal ini, ketika sesorang hidup di dalam dosa, makin lama hidupnya akan makin bertambah buruk, from bad to worse.

Pemzamur mengatakan waktu dia berjalan menurut orang fasik aritnya dia mulai teratarik dengan jalan orang fasik dan hatinya mulai setuju dengan orang fasik lalu ia mencoba sesekali, dan ia mulai menikmati dan tanpa sadar dia mulai meningkat dari berjalan, berdiri dan duduk. Karena dosa itu sudah menjadi suatu kebiasaan, oleh karena itu ia dengan berani melawat Tuhan. Dan dia naik satu tingkat lagi sampai dikatakan ia duduk bersama dengan kumpulan pencemooh. Duduk di dalam konsep Yahudi artinya bersekutu dengan intim. Pada tingkat ini ia sudah bersatu dengan orang fasik dan sudah menjadi bagian dari mereka. Kitab suci memberikan satu contoh orang yang hidup bersama orang fasik di dalam diri Lot. Memang di dalam 2 Pet 2:7 disebutkan Lot sebagai orang benar itu. Tetapi jika rasul Petrus tidak mengatakan ini, maka kita tidak mungkin tahu itu kalau Lot itu orang benar. James Boice mengatakan hidup Lot itu terus menerus menurun makin buruk from bad to worst. Pertama-tama yang menjadi kesalahannya kita baca dari Kej 13:10.” Dilihatnyalah” ini di dalam bahasa aslinya bukan asal lihat begini lalu lupa,bukan. Tetapi ini melihat dengan satu keinginan dan ada satu desire di dalam hatinya yang kuat sekali. Karena sebenarnya Lot sudah tidak mau hidup dengan Abraham di Kanaan, di pegunungan. Dia mau tinggal excitingly di kota. Lalu, kemudian dicatat di Kej 13:12.Jadi tadi hanya keinginan, sekarang sudah berkemah di dekat Sodom Sekarang sudah makin dekat ke dalam kota Sodom tetapi dia belum masuk kestiu. Jadi kalau misalnya sekrang kita tanya kepada Lot” Kenapa kamu gak mausk aja sekalian tinggal di Sodom?” dan Lot akan menjawab” Oh jangan, karena di Sodom banyak homo, lesbian, saya tidak mau terpengaruh, banyak pelacuran disana, lebih baik saya tidak mau masuk, nanti saya terpengaruh. Tetapi ia tidak sadar keinginan hatinya semakin hari terus menerus menyetnya bukan kepada Tuhan tetapi mengikuti keinginan hatinya , dan akhirnya dicatat di dalam Kej 14:12 dikatakan lebih meningkat lagi . Saat itu, Lot diam di Sodom.Ini sudah makin berbahaya, dia sudah masuk ke kota Sodom. Kemudian meningkat lagi di dalam Kej 19:1. Tuhan menyuruh Musa menuliskan ketika malaikat Tuhan tiba di Sodom Lot sedang duduk di gerbang Sodom. Yang duduk itu tua-tua dan Lot duduk bersekutu bersama disitu.. Itu menandakan bahwa Lot sudah menjadi bagian dari kota Sodom. Ia sudah mengalami apa yang dinamakan from bad to worse. Mulai dari berjalan di jalan orang fasik, berdiri di jalan orang berdosa dan duduk di dalam kumpulan pencemooh percis seperti apa yang dilarang oleh pemazmur.Lot sudah membiarkan dirinya terseret oleh kehidupan orang fasik. Dia menjadi contoh orang yang bertentangan dengan orang benar yang digambarkan di dalam Mazmur 1 tadi. Lot sebagai orang benar seharusnya ketika awal dia melihat Sodom, dia boleh saja memiliki suatu keinginan untuk masuk ke sana, tetapi harus dengna suatu panggilan yang jelas dari Tuhan dan motivasi yang jelas untuk menjadi garam dan terang disitu.Maka itu namanya menjadi missionaris. Dia masuk Sodom menjadi misionaris tetapi dia mempunyai desire yang lain. Dia mempunyai desire yang lain untuk menikmati exciting life di kota Sodom. Dia terseret di dalam gaya hidup Sodom. Lot memang orang benar tetapi dia tidak termasuk ke dalam orang benar yang berbahagia.

Sekali lagi, Lot memang orang benar, tetapi tidak termasuk kedalam orang benar yang digambarkan oleh pemazmur.Maka Boice menggambarkan Lot sebagai orang yang half-hearted Christian. Orang Kristen yang setengah hati. Orang Kristen yang disatu sisi ikut Tuhan.sisi lain ikut dunia. Itu kesalahannya. Kitab suci jelas mengatakan ini bukan both and tetapi either or, salah satu saja kamu harus pilih, tidak mungkin kedua-duanya. Maka hidup Lot menjadi tidak bernilai seperti yang pemazmur katakana di ayat 3 bukan hanya dia tidak ada di dalam keadaan kebahagiaan tetapi dia seperti sekam habis ditiup angin. Meski kita tahu akhirnya Lot diselamatkan tetapi dia bukan saksi Tuhan yang baik. Tidak ada pengaruh apa-apa yang bisa dihasilkan di Sodom. Sebagai terang tidak menerangi sebagai garam tidak menggarami dan malah jadi tawar, dia ikut di dalam kegelapan maka hdiupnya tidak ada guna sama sekali. Itu juga sia-sia. Itu sebabnya dalam bagian yang kita baca pemazmur mengatakan di dalam ayat 4 bahwa orang yang hidup didalam kefasikan seperti sekam yang terbawa oleh angin. Sekam itu ringan mudah sekali ditiup angin.maka tidak ada gunanya selain dibuang orang. Hidup seperti sekam itu sia-sia, bukan full-hearted Christian. Maka hidupnya itu tidak bernilai. Tuhan memanggil kita semua di dalam panggilan yang berbeda beda ditempat yang berbeda beda juga.Panggilan Tuhan kepada kita jelas bukan untuk ikut dunia tetapi untuk menggarami dunia.Kita tidak mau hidup sia-sia seperti Lot, kita harus minta kekuatan dari Tuhan untuk hidup sebagai full-hearted Christian maka hidup kita akan dipakan menjadi berkat. Maka pemazmur mengatakan orang benar yang hidupnya berbahagi bukan hanya hidupnya tidak mengikuti jalan orang fasik tetapi mereka menyukai dan merenungkan Kitab Suci. Pemzmur mengatakan orang benar yang berbahagia itu kesukaannya merenungkan Firman Tuhan siang dan malam, artinya apa? Terus menerus dan setiap saat.Bagaiman kita mengartikan hal ini.Ketika Musa memberikan perintah kepada bangsa Israel. Di Ul 6:4-9 ini perintah Tuhan yang Tuhan kasih kepada bangsa Israel dan Yosua sebagai murid Musa mengatakanya di dalam Yos 1:8. Jadi Yosua sama dengan Musa menasihati kita untuk terus menerus mengingat dan merenungkan Firman Supaya kita hidup tetap takut akan Tuhan dan hidupnya baik dan berhasil. Joel Bieke seorang Puritan di dalam bukunya The Puritan Theology, salah satu kegagalan kita di dalam pertumbuhan kerohanian kita yaitu kegagalan merenungkan kitab suci dan melakukan suatu tugas praktis yang dinamakan meditasi. Sekarang kata meditasi sering banayak disalah mengerti dan dikonotasi dengan meditasi ala new age spirituality. Mereka bermeditasi dengan megosongkan pikiran, berpisah dari dunia, dan bersatu dengan jiwa kosmos. Ini yang pemazmur katakan tidak ada hubungannya sama sekali Karena jelas di dalam bahasa aslinya adalah zakar yaitu memikirkan, merenungkan Firman Tuhan. Jadi meditasi menurut kitab suci adalah menggunakan rasio,  menyerahkan pikiran kita kepada Firman Tuhan.Kita ngerti apa yang kit abaca, historical context nya dan apa aplikasinya bagi kita hidup sekarang. Dan kata yang pararel dengan zakar adalah haka. Zakar dan haka, itu artinya merenungkan sambil menggumam.

Dalam Maz 43:1 dikatakan tindakan merenungkan itu termasuk ke dalam tindakan mengingat. Daud menuliskan dalam Mazmur 1435:5, jadi merenungkan Firman itu tindakan mengingat apa yang Tuhan sudah kerjakan dan itu termasuk yang menggumam sambil mengeluarkan suara.Joel Bieke mengatakan orang yang merenungkan Firman Tuhan seperti Daud ini itu membaca Firman Tuhan itu bagi dirinya sendiri yang sudah ia hapalkan, maka Ia simpan ayat firman Tuhan itu di dalam hatinya seperti di dalam Mazmur 119:11. Bagaimana bisa simpan kalau gak hapal?Spurgeion mengatakan ia mengingat setiap ayat yang dia baca dan itu akan menjadi kompas di dalam hidup dia. Semua yang dikatakan, dia pikirkan dan dia kerjakan hari itu kompasnya apa? Ya Firman Tuhan yang di abaca pada hari itu.ia baca di pagi hari. Maka orang Puritan mempraktekan ini setiap hari, mereka sering berbicara ayat Firman Tuhan kepada dirinya sendiri. Ini bukan maksudnya komat kamit sendiri tetapi memiliki kecintaan kepada Firman Tuhan sehingga kita menjadikan meditasi itu tugas utama kita setiap hari yang menjadi kekuatan bagi kita untuk menjalankan kegiatan sehari-hari.dan orang yang memiliki kecintaan kepada kitab suci itu orang yang menggumamkannya kitab suci itu bagi diri sendiri. Banyak orang yang dipakai Tuhan yang memiliki devosi yang luar biasa. George Whitefield, seorang pengkhotbah yang luar biasa. C.S. Lewis mengatakan dia seperti macan yang membangunkan Inggris yang sedang tidur saat itu. David Hume seseorang yang tidak percaya kepada Tuhan, dia spot ada David Hume datang ke kkr George Whitefield.” Eh kamu gak percaya Tuhan kok bisa ada disin?” dan David menjawab” I don’t but he does” ( sambil menunjuk George Whitefield) Itu artinya khotbahnya begitu berkuasa, berpengaruh. Tetapi Steve Lawson yang mempelajari mengenai hal ini mengatakan, memang ini adalah kedaulatan Allah tetapi kualitas seperti apa yang ia punya di dalam kemanusiaannya? Ia mempunya the singular devotion heart to the word of God. Dia mempunyai devosi yang luar biasa kepada Firman Tuhan..Dia menuliskan saya sering menggumulakn kitab suci, siang dan malam dengan lutut, dengan rendah hati dibawah Firman Tuhan meminta Tuhan memimpin dia.Di dalam hidup kita setiap hari ditengah distraksi dari gadget memang itdak mudah untuk mendisiplin devosi pribadi kita kepada Tuhan. Memang Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa meditasi Firman Tuhan itu seharusnya menjadi kesukaan orang benar. Terkadang kita terjebak dengan banyak baca buku theologi, banyak baca buku saat teduh.quotation yang bagus-bagus tetapi Kitab Suci gak pernah dibuka. Saya berharapa Roh Kudus menyentuh hati kita semua semakin bisa berdisiplin di dalam membaca kitab suci setiap hari, karena itulah kualitas orang benar yang Tuhan tuntut. Orang benar yang berbahagia kan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air dan apa saja yang diperbuatnya itu berhasil.

Pemazmur menjajikan satu hal bagi orang benar yang berbahagia, apa saja yang diperbuatnya akan berhasil. Salah satu contohnya Yusuf, dalam Kej 39:2, Kej 39:23. Tidak ada yang lebih penting selain taat mengerjakan kehendak Tuhan. Yesus adlaah contoh sempurna di dalam ketaatan. Luk 2:49’ Bagi Yesus kedatangannya kedunia adalah untuk mengerjakan kehendak Bapanya di dunia dan Yesus sudah mengerjakannya dengan sempurna sampai mati di kayu salib. Menurut manusia itu kegagalan tapi itu sesungguhnya adalah keberhasilan karena sudah mengerjakan kehendak Bapanya dengan sempurna. Orang yang mengerjakan kehendak Tuhan pasti hidupnya gak gampang banyak kesusahan, demikian juga dengan hidup kita semua. Setan gak suka kita hidup bagi Tuhan dan menuruti kehendak Tuhan, jadi kesulitan yang kita alami itu wajar. Tetapi orang seperti itulah yang berhasil dan berbahagian menurut Tuhan. Tuhan Yesus mengatakan satu kalimat di kayu salib” Sudah Selesai” Dia sudah taat. Dia sudah bahagia walalupun menderita karena sudah melakukan kehendak Tuhan dengan sempurna. Jalan yang dilalui Yesus begitu sulit. Anak Allah turun kedunia untuk disalib, Namun Yesus dikatakan sebagai orang yang berhasil menurut Bapa-Nya, bukan karena tidak ada kesulitan dan semua lancar, tetapi berhasil karena melaksanakan kehendak Tuhan. Tidak ada orang yang bisa menyelesaikan tugas seperti Tuhan Yesus, tetapi setidaknya Dia sudah menjadi contoh dan teladan bagi kita semua.Inilah yang dikatakan pemazmur sebagai orang macam inilah yang berbahagia. Inilah yang dituntut oleh Tuhan bagi kita untuk menjadi seorang full-hearted Christian. Kiranya Tuhan memberikan kekuatan kepada kita semua untuk menjadi orang yang terus merenungkan Firman Tuhan sehingga kita bisa mentaati dan mengerjakan kehendak Tuhan..

                                   (Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah – fw)