Ayat Alkitab: Yohanes 20:11-18

Keempat Injil menceritakan peristiwa yang sama tentang kebangkitan Yesus Kristus di sekitar kubur Kristus. Banyak versi yang dicatat di Injil yang satu tetapi tidak dicatat ditiga Injil yang lainnya. Namun semuanya mencatat hal yang sama di sekitar kubur Kristus. Penyataan diri Yesus Kristus pertama kali dilakukan kepada seorang perempuan. Pada zaman itu, kesaksian perempuan tidak berlaku di depan pengadilan, sehingga jika ada peristiwa yang melibatkan perempuan sebagai saksi maka hakim akan menolak kesaksian tersebut. Namun Yesus menampakkan dirinya kepada seorang perempuan. Fokus dari keempat Injil adalah kubur dimana Yesus diletakkan itu kosong. Kubur kosong menjadi penting karena 2 hal yaitu:

Pertama, kubur kosong akan menjadi saksi bagi para murid dan kita saat ini, bahwa Yesus bangkit. Bahwa Kubur yang kosong sangat sulit sekali dipahami, sulit sekali diterima bahkan oleh para murid-murid. Kubur yang kosong tidak membuktikan apapun. Kubur kosong dapat mengindikasikan: (1) bahwa mayat Yesus dicuri. Ini merupakan kesimpulan para murid termasuk Maria Magdalena dan perempuan-perempuan lain sewaktu melihat batu terguling. Kubur yang kosong tidak membuktikan apapun, karena pada zaman itu banyak orang mencuri kain lenan pembungkus mayat, karena harganya cukup mahal dan hal itu sesuatu yang biasa. Maka saat itu para murid mengalami krisis spiritual. Pada zaman ini, di dalam iman Kristen ada tempat bagi keraguaan. Saat ini, kita meragukan iman Kristen selama keraguan itu adalah keraguan yang tulus di hadapan Tuhan. Semua murid ragu-ragu, seperti Tomas yang meragukan Yesus bangkit, dan para muridpun demikian, hingga Yesus menampakkan diri dihadapan mereka. Tomas mewakili para murid, dan Tomas mewakili orang percaya hari ini. Yesus juga menjawab keraguan Tomas dengan meminta dia meletakkan tangannya dibekas luka di tangan yang  dipaku dan lambung yang ditusuk. Yesus menjawab keraguan tersebut, terdapat tempat untuk keraguan yang jujur di dalam kehidupan orang percaya. Ketika keraguan yang jujur di hadapan Tuhan dipertanyakan kepada Tuhan, untuk mengerti misteri yang terjadi dalam hidup kita maka hal ini adalah jalan untuk iman yang lebih kokoh. Terdapat perbedaan antara pertanyaan Zakharia dan Maria. Zakharia bertanya dengan ketidakpercayaan bagaimana hal tersebut terjadi, tetapi Maria bertanya bahwa Tuhan sanggup tetapi bagaimana hal itu terjadi. Zakharia dihukum, dan Maria tidak dihukum. Jikalau ada hal yang mengganggu di hati orang percaya saat ini, jangan cepat menghakiminya. (2) Kubur yang kosong menjadi alat bersaksi bagi Tuhan. Pada akhirnya orang-orang yang ragu, dan orang-orang yang kritis seperti kita, yang hampir tidak mempercayai kebangkitan. Allah bekerja melalui kubur yang kosong, dan Allah bekerja di sekitar kubur kosong tersebut. Pada ayat 7 dan 8. Yohanes menjadi percaya bukan karena melihat kubur kosong tetapi (1) kain peluh yang menutup wajah Yesus itu sudah tergulung; (2) kain yang membungkus tubuh Yesus itu tidak terbuka dan masih tetap utuh (seolah-olah tubuh Yesus itu menguap keluar dari kain pembungkus tersebut). Yohanes menjadi percaya bahwa di dalam kubur tersebut Allah telah berkarya dengan tangan-Nya yang suci. Fakta ini membuat Yohanes percaya, dan tidak mungkin tidak percaya. Peristiwa yang lain yaitu pada ayat 11-18, kehadiran dua malaikat dan penampakan diri Yesus Kristus. Pada 1 Korintus 15, Paulus mengatakan bahwa setelah bangkit Yesus menampakkan diri kepada 500 orang dan sebagian besar masih hidup sampai saat ini. Cara Paulus menunjukkan kepada para pembaca bahwa kesaksiannya benar, bahwa ada banyak orang yang menyaksikan hal tersebut. Namun saat ini kita akan memikirkan mengapa saat ini sulit sekali untuk percaya serta para murid sulit untuk percaya?. Pada ayat 11, Maria begitu berduka dan menangis menjenguk ke dalam kubur tersebut. Maria sulit percaya bahwa kubur kosong karena Yesus bangkit. Maria percaya bahwa Tuhannya mati dan mayat-Nya dicuri. Kesedihan seperti ini adalah sesuatu yang wajar, karena Yesus adalah orang yang dicintai oleh Maria dan murid-murid-Nya. Maria adalah seorang wanita yang Tuhan Yesus selamatkan dari ketujuh setan yang merasuki dia. Ketujuh disini mengandung arti, setan secara sempurna menguasai Maria, menghancurkan hidup, tubuh, dan masa depannya, dan kemudian Tuhan Yesus datang menyelamatkan hidupnya dan menempatkan Maria di dalam lingkaran yang terdekat dengan Yesus. Maria melayani Yesus bersama dengan murid-murid yang lain. Melihat kematian Yesus Kristus membuat luka hati yang mendalam bagi Maria dan para murid. Seluruh pengharapan para murid bahwa Yesus akan mengubah dunia, dan mendirikan kerajaan Yerusalem telah hilang karena Yesus Kristus mati, bukan hanya terluka, mereka juga berduka, sewaktu mereka berduka bukan hanya tidak dapat dihibur, mereka tidak mau dihibur. Malaikat datang kepada Maria, dan berkata “Ibu, kenapa menangis?”, “Tuhanku mati”. Ketika Yesus datang pertanyaan yang sama dilontarkan dan jawaban Maria tetap sama. Mata Maria hanya tertuju kepada kubur yang kosong tersebut. Ketika Yesus memanggil Maria, Ibu! Maria mengira yang memanggil adalah tukang taman, karena matanya tetap tertuju kepada kubur itu. Kesedihan yang begitu mendalam yang menggambarkan keputusasaan. Dukacita orang percaya seringkali tidak dapat diatasi karena keputusasaan. Jiwa Maria dan para murid begitu hancur, karena keputusasaan sehingga tidak dapat melihat Tuhan. Mereka saat itu berada dalam bayang-bayang maut, Allah nampaknya tidak hadir dalam kehidupan mereka. Kita mungkin mengalami hal yang sama dengan para murid, dalam kondisi keputusasaan, yang nampaknya Tuhan tidak ada, tetapi kita dituntut untuk beriman bahwa Dia ada disana. Mari kita berjuang melihat Tuhan dalam kondisi-kondisi yang paling sulit dalam hidup kita. Hal yang harus kita lihat adalah tangan Tuhan yang membentuk sejarah baik secara personal maupun komunal. Jika kita tidak dapat melihat tangan Tuhan bekerja maka kita mengalami keputusasaan, dan ketika itu pula kita sulit untuk dihibur, maka suatu saat kehidupan kita akan hancur.

Kedua, mereka sulit percaya karena ketidakpercayaan mereka. Mereka berduka cita, dan hal itu berubah menjadi keputusasaan, karena Maria dan para murid tidak melihat pengharapan dan jalan keluar. Mereka tidak melihat campur tangan Tuhan, dan mereka memandang kebangkitan dari sudut pandang kematian. Pada saat malaikat menemui Maria dan Yesus menemui Maria, pertanyaan sama, tetapi Yesus menambahkan “Siapakah yang kamu cari?”, hal ini bicara mengenai pribadi. Tuhan Yesus memberikan kesadaran kepada Maria, namun Maria tidak melihat hal itu, karena dilihat dari perspektif kematian. Maria tidak melihat bahwa Allah menggenapi janji-Nya bahwa Dia bukan hanya mati, Dia bangkit, dan fakta kubur kosong menggenapi janji Allah. Yesus menyatakan bahwa Dia akan mati, tetapi Dia akan bangkit. Perpektif Yesus melampaui kematian, cara Yesus memandang seluruh karya-Nya adalah kematian tetapi jugan kebangkitan. Cara murid saat itu memandang hanya berhenti pada kematian. Pada saat Yesus datang kepada murid, mereka mencari mayat Yesus. Firman Allah telah diberitakan tetapi mereka tidak percaya akan firman Alah tersebut.  Penghiburan terbesar dalam hidup seseorang yang dalam pergumulan adalah firman Allah, Allah berfirman menarik hati kita untuk pergi kepada firman Allah untuk dihibur, namun seringkali kita sudah terlanjur tidak percaya.

Ketiga, kebangkitan adalah peristiwa yang supranatural.  Kebangkitan sulit dipahami dengan akal budi manusia. Para murid sulit memahami secara natural sesuatu yang supranatural. Airmata Maria menutup matanya untuk melihat kebangkitan, kedukacitaan Maria menutup hal tersebut sehingga tidak ada pengharapan, dan sudut pandangnya adalah sudut pandang kematian, tidak dapat melihat yang lain selain daripada kubur Yesus. Pada saat Yesus datang kepada Maria, posisi Maria membelakangi Tuhan Yesus karena matanya hanya tertuju kepada kubur. Yesus bangkit dalam kemuliaan-Nya, disatu sisi Dia bangkit dengan tubuh yang dapat disentuh. Yesus menyuruh Tomas untuk meletakkan tangannya di bekas paku dan luka tusuk di lambung. Tubuh Yesus adalah tubuh kebangkitan yang bisa menembus tembok pada saat para murid bersekutu. Tubuh kebangkitan dalam Markus 16 menyatakan bahwa Yesus Kristus menampakkan diri dengan rupa yang lain sehingga yang lain tidak mengenal-Nya. Hal ini merupakan peristiwa supranatural, karena saat Lukas dan Cleopas dalam perjalanan mereka, mereka tidak menyadari bahwa mereka sudah berjalan bertiga bersama dengan Tuhan Yesus. Mereka mengira Yesus orang baru, karena Yesus tidak mengetahui bahwa sesuatu terjadi hari itu (Lukas 24:13-35). Mereka tidak dapat mengenali Tuhan Yesus. Yesus Kristus dengan tubuh kebangkitan, tubuh yang masih sama seperti yang tetapi telah diubahkan, sifat tubuh tersebut secara supranatural yang membuat orang lain tidak dapat mengenali Dia. Dibutuhkan anugerah Tuhan untuk mengenali Tuhan Yesus, mereka membutuhkan Yesus datang dan menyatakan diri kepada mereka. Maria tidak mengenalinya hingga Tuhan Yesus memanggil Maria dengan personal, dan kemudian Maria mengenali bahwa yang memanggil adalah Yesus Kristus. Hal ini adalah hal yang supranatural makanya hal ini menjadi perdebatan hingga sekarang. Seringkali, hal yang benar dinyatakan, kita sulit untuk percaya karena mata kita tidak dipuaskan dengan bukti-bukti yang ada, bahkan untuk hal-hal natural sekalipun. Kebangkitan bukan hanya supranatural tetapi juga fakta sejarah, namun fakta sejarah yang sifatnya supranatural, tentu saja ada bukti tetapi sulit untuk dibuktikan sepenuhnya. Alkitab menyatakan, Paulus mengatakan bahwa ada 500 orang yang menjadi saksi mata kebangkitan  Yesus Kristus. Fakta sejarah menyatakan bahwa mayat Yesus tidak di temukan. Kita beribadah pada hari minggu karena Yesus bangkit pada hari minggu, maka ibadah Gereja bergeser dari hari ketujuh menjadi hari yang pertama. Jikalau kita percaya Yesus bangkit, maka kita percaya bahwa Allah Bapa membangkitkan Dia dan Dia bangkit dari diri-Nya sendiri. Kuasa kebangkitan lebih kuat daripada kuasa kematian, neraka, dan dosa yang mengakibatkan kematian. Kita duduk di Gereja, beribadah karena kita percaya hal supranatural yang begitu luar biasa, tidak ada mujizat yang lebih besar daripada hal tersebut. Kita percaya hal tersebut, tetapi sayangnya kita tidak percaya hal-hal yang lebih kecil daripada hal itu. Hal yang membuat Gereja sulit sekali dihibur adalah ketidakpercayaan. Relasi suami dan istri, relasi bisnis, relasi orang tua dan anak jikalau tidak memiliki kepercayaan akan begitu sulit, terutama relasi kita dengan Allah. Pada saat kita berdoa, tetapi pada yang sama kita tidak percaya kepada Allah. Murid-murid mencari Yesus dalam ketidakpercayaan, maka yang mereka dapatkan dukacita. Kitapun akan sulit keluar dari situasi yang buruk jika kita tidak percaya. Yesus mengatasi ketiga hal di atas dengan: (1) Yesus masuk secara personal kepada mereka. Maria dipanggil secara personal dan Maria menjawab Rabuni. Dukacita berubah menjadi sukacita, Maria dipanggil masuk kembali dalam relasi yang hidup. Kehidupan kita menyaksikan Kristus yang bangkit. (2) Ayat 17, Maria bersujud di kaki Yesus. Maria menemukan relasi yang hilang, tetapi Yesus akan bangkit datang kepada Bapa. Cara berelasi dengan Yesus berubah, yaitu dengan cara menyembah dengan roh (roh yang telah diubah oleh Tuhan) dan kebenaran (dibawah tuntunan firman Allah). Allah memberikan kesempatan bagi kita untuk berelasi dengan Dia melalui beribadah dan berdoa kepada-Nya. (3) Yesus menghibur mereka yang berduka dengan memberikan perintah kepada Maria untuk mengatakan sukacita kepada murid-murid lainnya. Mempertahankan sukacita di dalam hati dengan memberitakan sukacita tersebut di dalam pelayanan kepada Tuhan. Pergumulan tidak menarik hidup kita untuk memutuskan relasi kita kepada Tuhan, dan pelayanan kita. Amin

(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah – mv)